BILA ini terjadi, Seorang lansia yang punya sarana pelindungan yang melimpah pun tidak bisa membuatnya muda kembali, kekayaan tidak menjamin kebahagiaan sejati sampai usia suntuk (lihat foto seorang pengusaha kaya di Indonesia, Eka Tjipta Widjaja yang samakin tua). Namun di kalangan orang yang ekonominya rata-rata apa lagi dibawah garis kemiskinan hal ini yang membuat setiap orang yang menjadi tua semakin khawatir. Menjadi tua memang tidak bisa dicegah. (Kata sebuah berita di surat kabar Internet KOMPAS).Saat usia memasuki lansia, banyak organ tubuh mulai mengalami penurunan fungsi. Misalnya mata menjadi rabun, tubuh cepat lelah, serta daya ingat turun alias pikun. Tubuh pun menjadi gampang sakit-sakitan. Mari kita teliti. Mengapa sebenarnya kita menjadi tua? Apa penyebab penuaan? Adakah yang bisa dilakukan untuk membalikkan proses itu?

Can You Avoid Aging?
In this series:
- Can You Avoid Aging?
- (Bahasa) Bisakah Penuaan Dielakan?
- Why Do We Grow Old?
- (Bahasa) Mengapa Kita Menjad Tua?
- How Long Can You Live?
- (Bahasa) Sampai Usia Berapa Anda Bisa Hidup?
Related topics:
“Seventy years is all we have—eighty years, if we are strong; . . . life is soon over, and we are gone.”—PSALM 90:10, TODAY’S ENGLISH VERSION.
BAYANGKAN Anda memiliki kondisi fisik yang prima seumur hidup. Bayangkan Anda tetap segar bugar dan berpikiran tajam selamanya. Apakah prospek yang menyenangkan itu terdengar seperti khayalan belaka? Kalau begitu, coba perhatikan fakta yang mengherankan ini: Meskipun beberapa spesies burung nuri dapat hidup sampai seratus tahun, jarang ada tikus yang hidup lebih dari tiga tahun. Fakta tentang jangka hidup yang berbeda-beda ini membuat beberapa ahli biologi berkesimpulan bahwa penuaan pastilah ada penyebabnya dan jika memang demikian, boleh jadi ada obatnya..

Beberapa spesies burung nuri bisa hidup sampai 100 tahun, tetapi manusia hidup sekitar 80 tahun. Para peneliti bertanya, ”Apa penyebab penuaan?”
Karena ingin menemukan obat anti-penuaan yang manjur, perusahaan-perusahaan obat tertarik untuk menanamkan modal. Selain itu, orang-orang yang lahir setelah perang dunia kedua dan kini berusia 60-an pasti berminat mengetahui cara memperlambat penuaan.
Riset tentang penuaan juga menjadi prioritas utama banyak peneliti dalam bidang genetika, biologi molekuler, zoologi, dan gerontologi. Buku Why We Age, karya Steven Austad, mengatakan, ”Sekarang, setiap kali para gerontolog bertemu, ada sedikit kegembiraan yang tidak dapat disembunyikan. Kami sudah hampir memahami proses dasar penuaan.”
Ada banyak pendapat mengenai penyebab terjadinya penuaan. Salah satu pendapat ialah penuaan disebabkan oleh penurunan fungsi sel; pendapat yang lain ialah penuaan sudah terprogram dalam sel. Yang lain lagi berpendapat bahwa penyebabnya adalah gabungan kedua hal tersebut. Sudah sampai sejauh manakah para peneliti memahami penuaan? Adakah harapan untuk menemukan obat anti-penuaan yang manjur? SELENGKAPNYA
Appeared in Awake! May 2006 |