Minggu, 01 Agustus 2010

Kejahatan yang Penuh Kekerasan. Apa yang Sedang Terjadi

Jenis Kejahatan yang Lain dari yang Lain?

Kejahatan telah ada selama berabad-abad, tetapi jenis yang dikutip (di artikel sebelumnya di mainblog) menyebabkan orang berseru, ”Mengapa? Bagaimana sampai ada orang yang berpikir berbuat begitu?” Meskipun kejahatan umum, seperti pencurian atau penipuan, mungkin tidak menarik perhatian banyak orang, ada peningkatan dalam jenis perilaku yang menyedot perhatian media dan membuat orang berkata, ’Ini sungguh konyol! Apa yang sedang terjadi dengan dunia ini?’

Kejahatan-kejahatan ini lain dari yang lain. Hal ini sering kali menggegerkan dan ganas. Seperti contoh-contoh di atas, hal ini biasanya dilakukan terhadap orang tidak bersalah yang tidak mengenal para pelakunya. Selain itu, sering kali tampaknya tidak ada motif yang jelas dalam kejahatan yang penuh kekerasan ini. Daftar aksi yang membabi buta ini terus bertambah panjang.

Pada bulan April 1999 di Kolorado, AS, 2 siswa membunuh 12 siswa dan seorang guru sebelum mereka berdua bunuh diri dalam suatu penembakan di sekolah. Seorang pria tewas di Kalifornia pada tahun 1982 setelah minum obat yang dijual bebas yang telah dicampur striknina oleh seseorang. Pada tahun 1993, dua anak laki-laki berusia sepuluh tahun membujuk James Bulger yang berusia dua tahun untuk meninggalkan mal perbelanjaan di Bootle, Merseyside, Inggris, selagi ibunya berada di toko daging. Mereka mengajaknya ke lintasan rel kereta dan mementungi dia sampai mati.

Beberapa aksi dapat digolongkan sebagai terorisme, seperti peracunan dalam jaringan kereta bawah tanah Tokyo pada tahun 1995. Masyarakat Jepang tersentak sewaktu gas beracun dilepaskan oleh para anggota kultus di sebuah stasiun kereta bawah tanah Tokyo, menewaskan 12 orang dan mencederai ribuan orang. Tidak banyak orang yang dapat melupakan penghancuran World Trade Center di New York dan serangan atas Pentagon, di Washington, DC, yang merenggut sekitar 3.000 nyawa, dan pengeboman pada tahun lalu di Bali, Indonesia, yang merenggut hampir 200 nyawa.

Jelaslah bahwa kejahatan yang penuh kekerasan semacam itu telah begitu merajalela. Problem ini terjadi di seluruh dunia, mengimbas banyak bangsa dan berbagai lapisan masyarakat.

Dalam beberapa kasus, seolah-olah para pelakunya sedang berlomba, mencoba melihat siapa yang dapat melakukan kejahatan yang paling menggegerkan. Selain itu, kejahatan yang dilandasi kebencian kini semakin umum. Kejahatan ini dilakukan dengan kekejaman yang ekstrem terhadap orang-orang yang ”kesalahan”-nya hanyalah karena mereka berbeda ras, agama, atau kelompok etnis—seperti kasus pada tahun 1994 sewaktu kira-kira 800.000 orang Tutsi dibunuh di Rwanda.

Semua ini menyebabkan banyak orang berpikir, ’Apa yang sedang terjadi? Apakah dahulu keadaannya seperti ini? Siapa di balik kejahatan yang mengerikan seperti itu? Adakah harapan untuk mengurangi atau melenyapkan kejahatan seganas itu?’ Artikel berikut akan membahas pertanyaan ini dan yang lainnya. © 2010 from appeared in Awake! 8 Juli 2003

Klik sub judul ini: Mengapa Ada Begitu Banyak Kejahatan yang Penuh Kekerasan Sekarang?


SUDAH DEKATKAH AKHIR DUNIA?

Ada dua ancaman yang ditakuti banyak orang adalah perang nuklir dan badai matahari besar di bumi yang ditimbulkan oleh perubahan iklim (seperti yang diangkat di situs perguruan tinggi ITB Bandung). Itu berarti akhir dunia.

Perhatikan komentar seorang profesor berikut ini: “Anda tidak perlu menjadi orang yang beragama untuk berpikir bahwa kita sedang menuju bencana.”—STEPHEN O'LEARY, PROFESOR, UNIVERSITY OF SOUTHERN CALIFORNIA.

Setujukah Anda dengan pernyataan di atas? Majalah Menara Pengawal 1 Agustus 2010 meninjau beberapa alasan mengapa orang takut akan masa depan dan memperlihatkan mengapa Anda bisa yakin bahwa kehidupan di bumi sebenarnya tidak akan berakhir.

Ada alasan untuk bersikap optimis, kendati adanya fakta-fakta suram berikut, bahwa:

Ancaman perang nuklir tetap tinggi. Pada tahun 2007, Bulletin of the Atomic Scientists mengingatkan, “Sejak bom atom pertama dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki, dunia belum pernah menghadapi situasi segenting ini.” Mengapa ada kekhawatiran demikian? Bulletin ini melaporkan bahwa pada 2007, sekitar 27.000 senjata nuklir masih ada dan bahwa 2000 diantaranya “siap diluncurkan dalam hitungan menit”. Bahkan jika sebagian kecil dari senjata tersebut diledakan, pengaruhnya bisa menimbulkan bencana besar!

Apakah ancaman perang nuklir berkurang sejak tahun itu? Lima negara penghasil nuklir yang paling menonjolAmerika Serikat, Cina, Kerajaan Inggris, Prancis dan Rusiasemuanya sedang "mengerahkan sistim senjata nuklir yang baru atau telah mengumumkan niat mereka untuk melakukannya", kata SIPRI Yearbook 2009.* Namun, buku tahunan tersebut menyatakan bahwa bukan hanya negara-negara itu yang memiliki senjata nuklir. Para periset memperkirakan bahwa India, Pakistan, dan Israel masing-masing memiliki 60 hingga 80 bom nuklir. Mereka juga mengatakan bahwa diseluruh dunia, sejumlah 8.392 senjata nuklir sekarang siap diluncurkan!

Perubahan iklim bisa mengakibatkan bencana. "Bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh perubahan iklim," kata Bulletin of the Atomic Scientists tersebut diatas, "nyaris sama parahnya dengan yang ditimbulkan oleh senjata-senjata nuklir."

Para ilmuwan yang disegani, seperti Stephen Hawking, profesor emeritus di University of Cambridge, dan Sir Martin Rees, kepala Trinity College di University of Cambridge, menyuarakan peringatan keras. Mereka merasa bahwa salah-kelola teknologi dan dampak kegiatan manusia atas lingkungan bisa mengubah kehidupan di bumi tanpa bisa dipulihkan lagi atau bahkan bisa mengakhiri peradaban.

Ramalan-ramalan hari kiamat mengkhawatirkan jutaan orang. Coba ketik frasa "akhir dunia" atau "end of the world" dan tahun "2012" dalam mesin pencari Internet yang populer, maka Anda akan menemukan ratusan halaman-halaman tentang spekulasi bahwa akhir dunia akan datang pada tahun itu. Mengapa? Sebuah Kalender Maya kuno, yang di kenal sebagai "Penghitungan Panjang", ditafsirkan berakhir pada 2012. Banyak orang khawatir bahwa hal ini menunjukan akhir dari peradaban kita.

Banyak orang religius percaya bahwa Alkitab mengajarkan bahwa bumi harfiah akan dibinasakan. Mereka berpendapat bahwa semua orang yang beriman akan di bawa ke surga, sementara selebihnya dari umat manusia akan ditinggal untuk menderita di atas bumi yang kacau balau atau dilempar ke neraka.


Apakah semua hal demikian dapat Anda percayai? Berikut penjelasan dalam seri-seri artikel yang diterbitkan melalui publikasi Menara Pengawal (dalam blog ini dibuat secara kliping hasil tempel format JPG). Apa yang dijelaskan mungkin akan mengejutkan Anda. [klik link ini]

________
Catatan Kaki:
* SIPRI adalah singkatan dari Stockholm International Peace Research Institute (Institut Penelitian Perdamian Internasional Stockholm).

Laporan SIPRI Yearbook 2009 ditulis oleh Shannon N. Kile, peneliti senior dan kepala proyek senjata nuklir dalam Program Pengendalian Senjata dan Non-proliferasi SIPRI; Vitaly Fedchenco, peneliti dalam Program Pengendalian Senjata dan Non-proliferasi SIPRI; dan Hans M. Kristensen, direktur proyek informasi nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika.

Sinopsis majalah Menara Pengawal 1 Agustus 2010.



RELATED TOPIC ke Link Judul Artikel:
Bumi Kita yang Babak Belur—Serangan Menghantam Banyak Daerah