Sabtu, 30 Januari 2010

BENCANA ALAM SEMAKIN PARAHKAH? Global Problem!


Artikel sebelumnya "Bencana Besar dan Bantuan Besar"

ISI ARTIKEL "BENCANA ALAM SEMAKIN PARAHKAH?" di bawah Surat gempa bumi di Haiti.












[Berikut bunyi surat sewaktu bantuan dilakukan di Haiti]
28 Januari 2010
Upaya bantuan dari Saksi-Saksi Terus Berlanjut
NEW YORK-Dalam dua minggu setelah bencana gempa bumi yang melumpuhkan negara pulau kecil Haiti, Saksi-Saksi Yehuwa telah mempertahankan intensitas upaya mereka untuk memberi bantuan.
Korban masih terhuyung-huyung dari gempa berkekuatan 7,0 yang terjadi pada 12 Januari ketika mereka lebih trauma oleh gempa susulan yang kuat berkekuatan 6,1 yang melanda sebuah desa di sebelah barat Port-au-Prince pada hari Rabu, 20 Januari. Malam itu, sekelompok dari 12 Saksi relawan dari Perancis-termasuk empat dokter umum, dua dokter bedah, empat perawat, dan seorang bidan-tiba di kantor cabang haiti melalui Republik Dominika untuk bergabung dalam upaya bantuan. Kelompok lain dari 12 Saksi yang berbahasa Perancis dari Guadeloupe juga tiba, menambahkan delapan perawat dan empat profesional medis lainnya. Kelompok-kelompok ini 5.000 £ membawa obat-obatan dan peralatan, memungkinkan mereka untuk mulai membantu korban dengan segera.

Saksi-Saksi 'kantor cabang di Republik Dominika terus mengirim truk pengiriman makanan dan obat-obatan. Setiap dua hari, 30.000 pon persediaan disediakan dalam tiga atau empat truk. Pada 25 Januari Republik Dominika cabang telah mengirimkan 70 ton makanan dan peralatan medis ke Haiti. Lain-lain 15 ton (termasuk pengiriman tenda-tenda) yang dikirim pada pagi hari 26 Januari. Semua relawan masih berfokus pada kebutuhan mendesak untuk merawat yang terluka.
Saksi-Saksi Yehuwa di Haiti dihibur dan dikuatkan oleh keprihatinan yang penuh kasih yang ditunjukkan oleh sesama jemaah di seluruh dunia. Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa adalah mengkoordinasikan upaya bantuan internasional ini dari Saksi-Saksi dunia kantor pusat di Brooklyn.
14 Januari 2010
Gempa di Haiti

NEW YORK—NEW YORK-Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam untuk para korban bencana gempa bumi yang terjadi di Haiti pada 12 Januari 2010. Banyak Saksi telah membuat penyelidikan khusus tentang kesejahteraan sesama mereka 16.000 jamaat di Haiti setelah belajar dari gempa bumi besar yang melanda 7,0 sekitar 10 mil barat daya dari Port-au-Prince.

Meskipun komunikasi langsung ke Haiti tetap bermasalah pada saat ini, laporan awal mulai diterima di kantor pusat Saksi sedunia di Brooklyn. Menurut laporan Kantor cabang Saksi-Saksi Yehuwa di Haiti di Santo, dekat Port-au-Prince, tidak ada luka di antara personil mereka dan tidak ada kerusakan struktural utama bangunan mereka. Selain itu, komunikasi Saksi dimulai dengan misionaris, dan tidak ada cedera dilaporkan di antara para misionaris atau pengawas keliling di antara Saksi-Saksi Yehuwa yang sedang mengunjungi jemaat-jemaat di daerah bencana. Sayangnya, laporan awal mengkonfirmasi bahwa 52 Saksi kehilangan nyawa dalam gempa jumlah itu diperkirakan akan meningkat karena lebih banyak laporan yang diterima.Saksi di seluruh dunia yang menawarkan bantuan mereka. Saksi-Saksi upaya pertolongan saat ini sedang dikoordinasikan dari kantor pusat dunia mereka di Brooklyn dengan bantuan dari kantor cabang di Republik Dominika, menyediakan bantuan praktis dan kesejahteraan rohani bagi para korban. Informasi yang lebih rinci akan tersedia. Saksi-Saksi Yehuwa telah secara aktif mempromosikan pendidikan Alkitab di Haiti selama lebih dari 80 tahun.

[Berita kedua]
January 18, 2010

NEW YORK-Saksi-Saksi Yehuwa setempat dan internasional aktif memberikan bantuan untuk korban gempa bumi besar yang melanda Haiti pada malam 12 Januari 2010.
Dalam kerjasama dengan pemerintah setempat dan badan-badan bantuan lain, Saksi-Saksi terorganisir untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak sesama penyembah dan korban lainnya di Haiti dan perawatan bagi mereka. Saksi-Saksi 'kantor cabang di Republik Dominika dengan cepat mengirim enam ton makanan dan obat-obatan ke kantor cabang di Haiti. Persediaan ini diterima pagi hari setelah bencana. Saksi di kantor cabang haiti kemudian menyiapkan 700 kantong untuk kebutuhan dasar. Tas ini, dengan berat 10 kg (hanya lebih dari 22 pon) masing-masing dan menyediakan 2.800 makanan, dikirim ke Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa yang ditetapkan sebagai pusat distribusi bantuan. Dari pengiriman pertama, untuk jatah tiga hari didistribusikan kepada 4.700 orang. Hal ini dilakukan dua kali sehari pengiriman bahan, termasuk kotak-kotak pakaian.


Pengaturan juga dilakukan untuk mengirim ke sesama Saksi yang memiliki tenaga medis dari Republik Dominika ke Haiti untuk membantu dalam memberikan perawatan yang diperlukan. Sebuah Balai Kerajaan (sebutan untuk tempat ibadat) Saksi-Saksi Yehuwa tetap utuh setelah gempa dan sekarang melayani sebagai klinik sementara dan pusat kesehatan bagi yang cedera. Tiga Balai Kerajaan yang berbeda ruang di daerah yang terkena bencana sedang digunakan untuk Saksi haiti lokal yang menyediakan dokter medis. Pada fasilitas darurat ini, upaya yang dilakukan untuk menstabilkan kondisi pasien. Namun, jika luka begitu parah untuk kebutuhan pasien maka dilakukan prosedur menggunakan peralatan dan /atau pengobatan di luar dari apa yang dapat dilakukan oleh para Saksi, pengaturan dibuat untuk mengangkut pasien kritis seperti perawatan pasien ke rumah sakit terdekat. Awalnya, 12 Saksi diangkut ke rumah sakit di JimanĂ­, Republik Dominika, dekat perbatasan dengan Haiti. Sekarang perawatan pasien kritis sedang dibawa ke rumah sakit cukup jauh, di Barahona, Republik Dominika, sekitar 50 kilometer dari perbatasan.
Bantuan Saksi-Saksi dalam merawat kebutuhan medis sesama rekan seiman mereka dan orang lain adalah terbukti sangat bermanfaat, karena beberapa rumah sakit di Haiti hancur oleh gempa dan sisa rumah sakit daerah kewalahan. Dua tim medis profesional dari Saksi-Saksi Yehuwa dari Perancis, Jerman, Swiss, dan Amerika Serikat menawarkan diri untuk pergi ke Haiti dan untuk bekerja secara langsung dengan upaya bantuan yang kantor cabang di Haiti dan Republik Dominika telah terkoordinasi. Tim ini diharapkan tiba oleh Selasa, 19 Januari.

Ada sekitar 10.000 dari Saksi-Saksi Yehuwa di daerah bencana. Sayangnya, laporan terbaru dari kantor cabang Haiti mengkonfirmasikan bahwa jumlah korban tewas di antara Saksi sekarang ada 103, dan jumlah itu diperkirakan akan naik karena lebih banyak laporan yang diterima. Saksi-saksi terus mengkoordinasikan upaya bantuan internasional mereka dari dunia mereka kantor pusat di Brooklyn. Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa mengeluarkan biaya dengan memanfaatkan dana yang disumbangkan melalui Saksi-Saksi di seluruh dunia.

Demikian Cuplikan surat dari Bantuan kemanusiaan yang terorganisasi dari Saksi-Saksi Yehuwa di Haiti.



Bencana Alam—Semakin Parahkah?

BENCANA ALAM
SEMAKIN SERING?

”Dikhawatirkan bahwa kejadian-kejadian ekstrem yang ternyata diakibatkan oleh perubahan iklim akan mendatangkan berbagai dampak yang semakin mengerikan di masa depan. Artinya, kita harus siap menghadapi dampak-cuaca jenis baru dan kemungkinan semakin meningkatnya kerusakan properti dan korban jiwa. . . . Menurut prinsip pencegahan, kita sebaiknya mempersiapkan diri untuk perubahan yang drastis.”—“Topics Geo—Annual Review: Natural Catastrophes 2003.”

Paris, France

PRANCIS 2003—Gelombang panas di Eropa menyebabkan kematian 30.000 orang; suhu udara di Spanyol mencapai 44,8°C.

BERBAGAI daerah di Eropa tersengat udara panas selama musim panas tahun 2003. Suhu yang tinggi turut menyebabkan sekitar 30.000 kematian di Belanda, Belgia, Inggris, Italia, Portugal, Prancis, dan Spanyol. Gelombang panas menjelang musim monsun di Bangladesh, India, dan Pakistan mengakibatkan 1.500 kematian, sedangkan kemarau yang berkepanjangan dan suhu udara yang tertinggi di Australia memicu kebakaran hutan yang melalap daerah seluas tiga juta hektar.

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia, ”selama musim hurikan di Atlantik pada tahun 2003 telah berkembang 16 badai dahsyat, yang jumlahnya jauh melebihi rata-rata 9,8 pada tahun 1944-1996, namun itu sesuai dengan peningkatan besar yang terjadi setiap tahun dalam sistem cuaca tropis sejak pertengahan tahun 1990-an.” Pola ini berlanjut, karena pada tahun 2004 terjadi hurikan-hurikan dahsyat yang menyapu Laut Karibia dan Teluk Meksiko dan menelan korban sekitar 2.000 jiwa serta meninggalkan puing-puing kehancuran di mana-mana.

A woman surrounded by floodwaters

Pada tahun 2003, Sri Lanka dilanda siklon yang menyebabkan banjir hebat, yang menewaskan sedikitnya 250 jiwa. Tahun 2004 memiliki rekor terbentuknya paling sedikit 23 taifun di Pasifik Barat. Sepuluh di antaranya menghantam Jepang dan menyebabkan banyak sekali kerusakan dan menewaskan 170 jiwa. Hujan monsun yang deras mengakibatkan banjir yang dampaknya diderita oleh hampir 30 juta orang di Asia Selatan, terutama di Bangladesh. Jutaan orang kehilangan tempat tinggal, hampir tiga juta orang diungsikan, dan lebih dari 1.300 orang tewas.

Beberapa gempa bumi yang dahsyat terjadi pada tahun 2003. Pada tanggal 21 Mei, di Aljir, Aljazair, sebuah gempa melukai 10.000 orang dan menyebabkan 200.000 orang kehilangan tempat tinggal. Pada pukul 5.26, tanggal 26 Desember, bumi bergoyang delapan kilometer di sebelah selatan kota Bam di Iran. Gempa berkekuatan 6,5 ini meluluhlantakkan 70 persen kota itu, dan merenggut 40.000 jiwa, dan membuat lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal. Kejadian ini merupakan bencana alam paling memautkan pada tahun itu. Bencana ini meruntuhkan sebagian besar Arg-e-Bam, benteng tua yang berusia 2.000 tahun di kota Bam, sehingga merampas objek wisata yang menguntungkan bagi daerah itu.

Persis satu tahun kemudian, gempa berkekuatan 9,0 terjadi tidak jauh dari pantai barat Sumatra Utara, Indonesia, yang mengakibatkan tsunami yang paling memautkan, jauh lebih dahsyat daripada yang pernah dicatat dalam sejarah. Gelombang pembunuh itu menelan lebih dari 200.000 korban jiwa dan mengakibatkan lebih banyak lagi yang terluka, kehilangan tempat tinggal, atau kedua-duanya. Tsunami yang memautkan itu bahkan menjangkau pantai timur Afrika, yang jauhnya lebih dari 4.500 kilometer di sebelah barat pusat gempa.

Adakah Awan-Awan yang Lebih Gelap di Langit?

Apakah kejadian-kejadian seperti itu merupakan pendahuluan dari apa yang akan menimpa di masa mendatang? Sehubungan dengan bencana yang berkaitan dengan cuaca, banyak ilmuwan berpendapat bahwa perubahan atmosfer akibat ulah manusia sedang mengubah iklim dunia dan turut mengakibatkan cuaca yang lebih ekstrem. Kalau itu benar, perkiraan ini bukanlah pertanda yang baik. Selain itu, semakin banyak orang kini tinggal di daerah rawan bencana, karena pilihan sendiri—atau karena terpaksa.

Statistik menunjukkan bahwa 95 persen dari semua kematian akibat bencana alam terjadi di negeri-negeri yang sedang berkembang. Di pihak lain, bangsa-bangsa yang makmur mencatat angka kematian yang lebih rendah tetapi mengalami kerugian ekonomi sebanyak 75 persen. Beberapa perusahaan asuransi bahkan bingung apakah mereka mampu membayar ganti rugi yang meningkat secara drastis ini.

Dalam artikel berikut, kita akan mengulas beberapa proses alam yang bisa mengakibatkan bencana dan bagaimana manusia memperburuk kondisinya. Kita juga akan membahas apakah umat manusia sanggup dan ingin membuat perubahan yang perlu untuk menjadikan bumi ini tempat tinggal yang lebih aman bagi generasi mendatang.

Selengkapnya di Sub Judul Berikut: Bencana Alam dan Faktor Manusia


Appeared in Awake! July 22, 2005

Salinan © 2010 from Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania. All rights reserved.